7 Pedang Paling Kuat dan Melegenda dalam Anime

Posted on

Apa, sich, senjata yang sangat bagus serta seringkali dipakai oleh ciri-ciri-karakter dalam anime? Pistol, pedang, kapak, tombak, atau panah? Dari deretan jawaban yang tersirat di pikiran lo, tentu yang pertama-tama teringat ialah pedang. Jika diamati dengan saksama, senjata ini paling baik jika dilihat dari frekwensi pemakainnya yang lumayan banyak.

Yup, sangat banyak ciri-ciri anime, entahlah itu di tim baik atau di tim jahat, yang memakai pedang untuk senjata jagoan mereka. Benda panjang yang tajam ini benar-benar fleksibel untuk dikreasikan sesenang hati oleh beberapa mangaka. Ini dapat dibuktikan dari beberapa modifikasi bentuk serta muatan kemampuan yang wujudnya dapat benar-benar beragam. Ada pedang api, pedang iblis, pedang petir, pedang monster. Beberapa macam, deh, intinya!

Antara jejeran pedang yang ada pada jagat anime, pedang mana yang sangat kuat, ikonis, serta melegenda? Untuk menjawab pertanyaan menarik itu, dibuatlah artikel ini. Baca baik-baik!

7. Sakabato (Rurouni Kenshin)

Sakabato alias Pedang Mata Terbalik ialah pedang paling akhir yang ditempa langsung oleh si pakar pedang ternama, Arai Shakku. Lain dengan pedang-pedang yang sempat ia buat awalnya, direncanakan untuk perkakas pencabut nyawa, Sakabato punyai design yang meleset dari pakem yang ada. Pedang ini punyai sisi tajam yang terdapat pada punggung pedang hingga akan tidak pas jika disebutkan pedang pembunuh. Sebaliknya, Sakabato didaulat untuk pusaka suci untuk menghargai kedamaian yang dibawa oleh Masa Meiji.

Lebih dari pada itu, pedang ini dibuat spesial untuk mengekang nafsu membunuh Battousai si Pembantai selamanya. Ada dua pedang Sakabato yang Arai buat, yaitu Kageuchi serta Shinuchi. Sakabato Kageuchi diberikan langsung oleh Arai pada Kenshin selesai pertarungan Toba-Fushimi. Pedang ini patah ketika Kenshin bertarung seru dengan Sojiro. Lalu, Sakabato Shinuchi, untuk pedang yang asli serta lebih kuat, diselinapkan di Kuil Hakusan serta Kenshin peroleh sesudah mendapatkan restu langsung dari putra Arai.

6. Toyako Bokuto (Gintama)

Pedang kayu dengan ukiran mengeluarkan bunyi “Lake Toya” ini baru dipakai Gintoki pada saat ia bertemu dengan lawan yang kuat. Toyako Bokuto dibuat bermaterial kayu satu pohon yang sudah berumur beberapa puluh ribu tahun serta datang dari planet lain. Walau hanya memiliki bahan kayu, pedang ini mampu membelah atau merusak beberapa benda yang padat serta keras, seperti besi, baja, atau tembok batu.

Selama keberadaannya, Bokutu sudah alami kerusakan kronis dalam delapan peluang tidak sama. Tetapi, yang buat kita ketawa terpingkal, setiap saat pedang ini rusak atau dicuri, Gintoki cukup mengubahnya dengan pedang kayu baru yang ia membeli dari satu program berbelanja di TV. Ia minta staf disana untuk mengukir “Lake Toya” sebelum diantar hingga beberapa orang yang menyaksikannya tidak meletakkan berprasangka buruk. Fundamen Gintoki!

5. Tessaiga (Inuyasha)

Pedang yang dipunyai oleh Inuyasha ini ialah warisan dari ayahnya, Toga. Material fundamen pedang ini datang dari salah satunya taring ayah Inuyasha itu. Untuk “Pedang Keruntuhan” yang konon bisa membunuh 100 iblis dalam sekali tebasan, Tessaiga kelihatannya ditempati oleh arwah tertentu yang kadang-kadang memberikan petuah atau memandu Inuyasha dalam perjalanannya kumpulkan pecahan bola arwah.

Tessaiga bisa menghisap kemampuan serta keunggulan bermaterial, intisari, atau bentuk energi iblis mana juga hingga membuat makin kuat. Akhirnya, ini berimbas juga pada memiliki bentuk yang turut beralih bentuk, seperti Black Tessaiga, Dragon-Scaled, sampai Red Tessaiga. Terakhir, tersingkap jika Tessaiga serta Tensaiga (pedang punya Sesshomaru) awalnya ialah pedang yang satu. Si ayah juga membaginya jadi dua untuk diwariskan pada semasing putranya agar mereka pahami nilai-nilai kehidupan serta kematian.

4. Elucidator & Dark Repulsor (Sword Art Online)

Kirito diketahui untuk ciri-ciri pemakai pedang ganda. Dua pedang jagoannya ini sudah jadi seperti pusaka yang ikonis dalam anime. Elucidator ialah pedang penting serta pertama Kirito dalam semesta Sword Art Online. Ia memperolehnya sesudah menaklukkan bos di lantai 50. Sedang, Dark Repulser ialah pedang dari material langka, Crystallite Ingot, yang dibuat oleh Lisbeth.

Dua pedang ini selalu jadi penyelamat Kirito serta teman-temannya diperjalanan ke arah lantai paling atas serta terlepas dari permainan ini. Contohnya saat ia menaklukkan The Gleam Eyes di lantai ke-74 bersama-sama rombongan Aincrad Liberation Force. Elucidator serta Dark Repulsor jadi senjata pemungkas Kirito untuk menelanjangi jati diri asli Heathcliff alias Kayaba Akihiko, dalam game maut ini.

3. Samehada (Naruto)

Antara tujuh pedang dalam perincian ini, kemungkinan Samehada ialah pedang yang sangat lo mengenal serta tidak perlu dijelasin panjang lebar lagi tentang asal-usulnya. Samehada atau dengan cara harfiah bermakna “kulit hiu” ialah pedang penting punya Kisame, rekanan Itachi di Akatsuki. Pedang dengan bentuk abnormal ini di turunkan dengan cara turun-temurun dari generasi ke generasi semenjak Masa Mizukage pertama. Kisame sendiri bukan pemilik yang resmi dari pedang ini, tetapi Samehada (untuk pedang yang berjiwa) memandang ninja itu wajar mengayunkannya.

Salah satunya kelebihan mengerikan Samehada ialah kekuatannya dalam menghisap chakra musuh serta mentransfernya pada si pemakai pedang. Akhirnya, chakra atau stamina pemilik Samehada tetap akan terestorasi lagi. Cedera fatal juga dapat pulih dalam sekejap. Samehada sempat mengkhianati Kisame waktu ia hadapi Killer B sebab tertarik dengan chakra petir yang dipunyainya. Sesudah Kisame meninggal (baca: bunuh diri) Killer B pernah memakai Samehada di Perang Dunia Ninja ke-4 sebelum pada akhirnya dikembalikan ke desa aslinya.

2. Ea (Fate/Zero & Fate/stay night: Unlimited Blade Works)

Excalibur milik Saber jelas adalah pedang yang benar-benar bagus. Tetapi, pedang itu masih jauh kalah digdaya jika dibandingin sama Noble Phantasm punya Gilgamesh, Ea. Pedang ini ialah harta karun paling bernilai serta paling dashyat yang berada di Gate of Babylon. Soalnya, tidak sama dengan juta-an atau miliaran senjata lain kepunyaannya yang dapat dimentalkan atau dipakai oleh beberapa servant, Ea ialah senjata yang cuma dapat dipakai oleh Gilgamesh seorang.

Gilgamesh sempat memperlihatkan kemampuan pusaka ini saat hadapi Pembalap pada Perang Cawan Suci ke-4 yang dengan mudah mencegah Noble Phantasm kepunyaannya, Ionioi Hetairoi. Waktu itu, dimensi buatan Pembalap itu roboh laiknya jam pasir serta menelan beberapa ribu pejuang yang berada di dalamnya. Lo dapat juga melihat keelokan jurus yang dilancarkan oleh pedang ini dalam seri Unlimited Blade Works saat Gilgamesh hadapi Emiya Shirou.

Terus jelas, kekurangan pedang ini terdapat pada pemiliknya tersebut yang punyai kandungan arogansi serta egoisme setinggi-tingginya. Seandainya ia ingin bersungguh-sungguh hadapi musuh mana juga tanpa ada melihat kelas kemampuan atau kepatutan, Gilgamesh sudah tentu bisa menumpas semua servant yang lain serta memenangkan Perang Cawan Suci.

1. Dragon Slayer (Berserk)

Guts mulai memakai pedang ini sesudah momen “Gerhana Bulan” yang murung itu. Dragon Slayer ditempa oleh seorang pintar besi namanya Godo waktu ia masih terbilang muda serta kerja dalam suatu kastil kerajaan. Walau pedang-pedang besar yang Guts pakai awalnya sudah terlihat mengagetkan dengan cara ukuran serta kemampuan, semuanya tidak ada apa-apanya jika dibandingin sama pedang raksasa ini.

Dengan berat yang capai nyaris 200 kg serta panjang yang sama dengan tinggi badannya, Dragon Slayer tidak ubahnya belahan jiwa si Kesatria Pedang Berjubah Hitam ini. Tidak terhitung sudah berapakah prajurit kerajaan atau iblis yang ditebas oleh pedang ini. Dragon Slayer dapat dibuktikan jadi senjata yang efisien di tangan Guts yang punyai style kombat yang beringas serta tidak mengenal ampun. Pedang ini ialah senjata magic yang bisa menghisap jiwa-jiwa apostle serta arwah ingin tahu yang sempat disiksa serta dibunuh olehnya. Makin banyak jiwa dari makhluk-makhluk laknat yang diserap, makin kuat juga daya magic yang dikandungnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *