Saat bicara mengenai simulasi sepakbola, FIFA dapat disebut menaklukkan Pro Evolution Soccer (PES) dalam soal pemasaran serta penjelasan semasa lebih satu dasawarsa. Tetapi, tiap tahun, PES sukses makin dekat sama lawannya itu. Mungkinkah tahun ini Konami pada akhirnya dapat mengejar? FIFA 20 versus PES 2020, Mana yang lebih bagus atau bagus antara ke-2 nya?
PES 20, atau eSports Pro Evolution Soccer 2020, sudah dikeluarkan semenjak bulan Juli, sesaat FIFA 20 baru dikeluarkan di akhir September kemarin. Serta banyak pengulas sudah mempunyai respon mengenai kedua-duanya. Baik itu ulasan FIFA 20 atau penjelasan tentang Pro Evolution Soccer (PES) 2020.

Pro Evolution Soccer tetap menaklukkan FIFA dalam soal gameplay, serta tahun ini demikian. FIFA masih setia pada style permainannya yang semakin arcade, dimana trick serta kecepatan keseluruhannya mainkan unsur besar dalam hasil laga, yang membuat semakin gampang dimainkan oleh pemain baru.

Tahun ini, FIFA sudah mengenalkan ‘Footbal intelligence’ atau kepandaian sepakbola, yang sudah membuat pergerakan yang semakin sesuai kenyataan untuk semua pemain di atas lapangan. Ada pula perbaikan untuk tingkatkan dribbling mendatar, mengendalikan tekel, sepakan bebas, sepakan pojok serta penuntasan akhir.

PES 2020 sudah tingkatkan pendekatan mereka yang semakin sesuai kenyataan pada gameplay. Kecuali pojok camera baru yang membuat kamu berasa seperti melihat laga langsung skema. Finesse Dribble yang baru memberikan beberapa pemain berpotensi seperti. Messi keuntungan sebab mereka saat ini bisa lari melalui beberapa bek secara benar-benar tidak sama seperti awalnya.

Ini bermanfaat sebab AI yang protektif sudah dinaikkan dengan cara menegangkan. Membuat semakin susah untuk cetak gol namun berasa adil. Kemungkinan kenaikan yang sangat riil buat pemain PES 2020 ialah komponen gameplay yang disebutkan. ‘Miss-kicks’ yang meningkatkan kekeliruan pemain yang akan berlangsung di kehidupan riil. Ini dengan cara besar kurangi kekuatan untuk lakukan passing bolak-balik serta membuat kamu memperhitungkan langkahmu semakin berhati-hati.

Tidak perlu waktu lama buat PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG) untuk kuasai industri game sesudah PUBG Corporation meluncurkan Early Access game ini pada Maret 2017. Steam Charts juga memperlihatkan jika PUBG sempat dimainkan sekitar lebih dari pada tiga juta pemain dengan cara bersamaan di Steam pada Januari 2018.

PUBG dapat disebut untuk pembuka atas keberhasilan jenis battle royale.

Seolah tidak ingin kalah, perusahaan game yang lain berlomba membuat game battle royale sendiri.

Serta, waralaba game besar, seperti Call of Duty serta Battlefield, dinyatakan akan masukin model battle royale di seri paling baru mereka.

Keberhasilan PUBG tentu saja simpan beberapa bukti menarik.

Nah, berikut fakta-fakta PUBG yang kemungkinan belum lo kenali. Yuk, baca!

1. PUBG Dibikin oleh Seorang Photografer

Buat lo yang belum mengetahui, Brendan Greene adalah kreatornya PUBG. Greene dapat disebut cukup telat terjun ke dunia peningkatan game.

Sebelum jadi inisiator PUBG, ia mengawali profesinya untuk photografer serta desainer grafis.

Ketrampilannya dalam mendesain dipakai untuk mendesain game.

Greene mulai mendesain game waktu masuk umur 30-an.

Awalannya, ia meningkatkan mod untuk Arma serta DayZ.

Dari karyanya itu, Sony Online Pertunjukan serta ajaknya untuk konsultasi dalam peningkatan H1Z1: King of the Kill.

Dari situlah, Greene memperoleh pengetahuan untuk peningkatan PUBG.

2. PUBG Bukan Perintis Jenis Battle Royale

Greene menyebutkan mod ia di Arma serta DayZ dengan nama “Battle Royale”.

Nama itu di inspirasi dari film Jepang berjudul Battle Royale yang dikeluarkan pada 2000. Film ini sendiri diadaptasi dari novel berjudul sama yang dicatat oleh Koushun Takami.

Film serta buku Battle Royale bercerita mengenai beberapa kumpulan remaja yang di turunkan dalam suatu pulau oleh pemerintah Jepang.

Mereka juga diminta berperang sampai mati untuk mengatur populasi.

PUBG memang bertanggung jawab atas populernya jenis battle royale.

Tetapi, PUBG bukan game pertama yang mengusung battle royale.

Mod Arma serta DayZ yang dibikin Greene itu yang pertama-tama memperkenalkan jenis ini.

3. Asal Muasal “Winner Winner Chicken Dinner”

Sesudah lo mengakhiri match di PUBG, umumnya akan ada monitor statistik yang memperlihatkan perform lo di match itu.

Nah, jika lo sukses jadi yang bertahan paling akhir di match itu, kalimat “Winner Winner Chicken Dinner” akan tampil di monitor statistik.

Apa, sich, makna kalimat itu?

Dikutip Deadspin, kalimat itu berawal dari Great Depression yang berjalan di Amerika Serikat pada 1920-an sampai 1930-an.

Pada saat itu, banyak yang lakukan perjudian untuk memperoleh uang. Bila seorang sukses memenangi judi beruntun, orang itu dapat beli ayam untuk makan malam.

Dari situlah kalimat “Winner Winner Chicken Dinner” juga ada. Rupanya, Greene telah memakai kalimat itu di mod-nya, loh.

4. Pernah Buat Geram Fans sebab Loot Box

PUBG juga rupanya tidak dapat terlepas dari pro-kontra.

Dikutip Polygon, Greene pernah berkali-kali mengatakan PUBG tidak akan masukkan mikrotransaksi sampai mereka tinggalkan Early Access.

Pada Juli 2017, PUBG Corporation memberikan tambahan loot box yang cuma dapat dibuka dengan kunci.

Loot box-nya sendiri dapat lo dapatkan saat bermain game.

Tetapi, kuncinya dapat lo peroleh dengan membeli memakai uang betulan.

Ketetapan itu pada akhirnya memancing kemarahan beberapa fans.

Greene juga langsung sampaikan keinginan maafnya melalui Steam.

Ia mengaku ada kekeliruan pengutaraan komunikasi dari PUBG Corporation.

Walaupun demikian, PUBG Corporation masih pada ketetapannya menjaga mikrotransaksi. Memang, sich, hanya item kosmetik yang dipasarkan.

Tetapi, fans berasa dikhianati.

5. PUBG Sudah Nge-ban Banyak Pemain

Manipulasi memang sering menjadi permasalahan buat game multiplayer, tidak kecuali PUBG.

Game ini memakai software anti-cheat dari BattlEye yang sangat mungkin pemain untuk memberikan laporan kesibukan meresahkan lewat replay deathcam.

Saat PUBG dikeluarkan versus full-nya, BattlEye memberitahukan jika mereka sudah nge-ban lebih satu 1/2 juta account semasa 2017.

Serta, di Januari 2018 saja, mereka sudah nge-ban lebih satu juta account.

PUBG Corporation tidak cuma hentikan cheater di game.

Dikutip PC Gamer, Tencent, distributor game ini di Tiongkok, menolong dengan mencari serta tangkap seputar 120 orang yang meningkatkan software cheat untuk PUBG.