Membuat Banyak Gamer Marah Terhadap The Last Of Us 2

Posted on

The Last of Us 2 tentu saja jadi game terpanas untuk 2020 ini.

Tidak cuma dari gameplaynya saja yang dapat menyediakan satu game dengan grafis super fenomenal untuk konsol yang sudah berusia 7 tahun-an.

Tetapi semakin panas lagi ialah mengenai proses dari beberapa gamer di penjuru dunia pada game ini sudah dikeluarkan.

Tentu saja tak perlu diterangkan panjang lebar duduk masalahnya atau bagaimana masalahnya bertumbuh sampai saat ini.

sebab kalian tentu saja sudah mengetahui.

Yang tentu The Last of Us 2 ini betul-betul merusak beberapa gamer jadi 2 tim.

Satu tim yang betul-betul menyenangi game ini serta menganggap untuk satu maha karya dari Naughty Dog.

serta tim yang lain ialah tim yang geram serta memandang jika The Last of Us 2 ini ialah satu kekeliruan.

1. Pemasaran serta trailer yang misleading

Jika ingin meruntut ke belakang, saat Sony mempertunjukkan game ini melalui trailer di State of Play tahun kemarin.

Karena itu kalian tentu saja akrab dengan trailer di atas, serta tentunya kalian secara jelas lihat jika Joel ditampilkan seolah baru mendapatkan Ellie yang tengah bertahan hidup sendirian serta seolah kita akan hadapi oleh penjelajahan dari ganda ini.

Tetapi faktanya mengatakan lain, serta scene yang berada di trailer itu tidak sama dalam gamenya. Sebab yang menarik Ellie pada scene di atas ialah Jesse dalam gamenya.

Ini tentu saja membuat beberapa gamer seolah dikelabui.

Ditambah, Joel sendiri tidak mempunyai peluang untuk sampai di titik itu. Sebab fakta di bawah ini

2. Kematian ciri-ciri ikonik yang tidak bisa diterima

Beberapa waktu sebelum launchingnya tentu saja kita ketahui jika ada bocoran gameplay yang memperlihatkan beberapa scene penting dalam gamenya.

Serta yang besar ialah protagonis penting The Last of Us pertama yakni Joel yang perlu dihabisi dengan tidak membahagiakan.

Serta sesudah gamenya dikeluarkan juga, pengutaraan narasi yang ke arah kematian Joel tidak dapat diterima oleh beberapa gamer. Jauh sebelum bocoran gameplay ini keluar tentu saja banyak gamer yang berspekulasi jika pada instalasi ke-2 ini Joel akan mati, atau serta ada yang berhipotesa jika Joel sudah mati serta bisa menjadi fakta penting dari penjelajahan Ellie.

Yang sayangnya meleset semua serta beberapa gamer berasa jika mereka dikasih keinginan palsu dengan menimbulkan Joel semenjak awal game cuma untuk dihabisi dengan tidak wajar cuma sesaat sesudah game berjalan oleh Abby.

3. Harus mainkan ciri-ciri yang dibenci hampir setengah game

Terdapat beberapa langkah dalam game untuk sampaikan cerita pada tokoh antagonisnya untuk mendulang simpati, Far Cry jadikan mereka untuk daya tarik penting, beberapa game membuat kamu mainkan ciri-ciri antagonis sesaat sama dengan Call of Duty Black Ops 2. Tetapi sayangnya cara itu justru jadi sumbu emosi oleh beberapa gamer pada Abby di The Last of Us 2 ini.

Banyak yang sudah tidak menyenangi ciri-ciri Abby semenjak kehadirannya yang entahlah darimanakah di trailer gamenya pada 2017.

Mereka berasa aneh jika Naughty Dog memperlihatkan trailer untuk The Last of Us 2 tanpa ada Joel atau Ellie.

Walau di saat itu pertaruhan yang ada menduga jika Abby ialah Ibu dari Ellie, flashback dimana kita akan tahu narasi bagaimana Ellie dapat imun dari zombie.

Yang sayangnya beralih 180 derajat sesudah bocornya gameplay The Last of Us 2 memperlihatkan jika Abby yang membunuh Joel.

Serta beberapa gamer jadi makin emosi saat bocoran jika mereka harus mainkan ciri-ciri “pembunuh Joel” itu untuk beberapa bagian dalam gamenya.

4. Narasi yang turun jauh dari seri pertama kalinya

Semenjak awal beberapa gamer tentu saja ketahui jika Naughty Dog ialah godfather untuk permasalahan game cerita sinematik.

Serta banyak gamer yang tentu saja berekspektasi jika rapor prima mereka akan bersambung di The Last of Us 2 ini.

Dimana game pertama kalinya memang tampilkan satu cerita yang benar-benar kaya dengan bermacam rekayasa dari mulai kehilangan keluarga, bertahan hidup dari gempuran zombie, memperoleh misi untuk mendapatkan vaksin pengobatan, sampai capai akhir dimana satu nalar jika Ellie dapat jadi vaksin yang membuat beberapa orang kuat pada zombie menantang kata hati dimana Joel yang lihat figur Ellie seperti figur anaknya yang sudah wafat.

Sedang di seri kedua-duanya ini, konsentrasi ceritanya bertambah lebih sempit serta sebagian orang berasa dangkal sebab faktor yang diprioritaskan ialah “balas sakit hati” di antara 2 orang. Yang mana serta beberapa gamer berasa diminta untuk bersimpati pada Abby melalui eksposisi yang memaksakan Joel atau Ellie seolah-olah ialah antagonis. Belum juga sesudah berjam-jam sama-sama membalaskan sakit hati, puncaknya juga tidak memberi dampak lega buat beberapa gamer.

5. Politik jadwal kebutuhan yang begitu dipaksakan

Untuk hal yang ini memang bergantung level toleransi tiap orangnya. Sebab developer sendiri memang boleh-boleh saja masukkan hal apa saja ke gamenya. Tetapi memang kadang sisipan ini jadi hal yang menjengkelkan sebab berasa begitu dipaksakan atau mungkin tidak mempunyai keterkaitan pada cerita dalam gamenya.

Serta keliatannya banyak gamer yang memandang jika muatan LGBTQ yang dibawa ke The Last of Us 2 ini begitu dipaksakan, serta tidak mempunyai impact apa saja ke jalan ceritanya kecuali memberi background pada ciri-ciri-karakter yang berada di dalam gamenya.

Ditambah pernah tersebarnya isu jika Abby ialah seorang transgender yang walau dalam gamenya adalah seorang wanita (dengan perawakan gempal) yang kecuali membuat banyak gamer makin membenci Abby tetapi jemu dengan jadwal yang begitu didorong di seri ke-2nya ini.

6. Ulasaner yang dipandang dibayar oleh Sony / Naughty Dog

Nah keliatannya gelombang terbesar dari huru-hara ini berlangsung sebab hal yang ini. Karena beberapa media yang berani memberi nilai tinggi atau serta 10/10. Sedang beberapa pemain yang mengatakan sebaliknya karena itu terjadi gesekan dengan dakwaan jika beberapa ulasaner ini sudah dibayar oleh Sony / Naughty Dog karena hanya memperoleh product key dari Sony.

Keraguan ini sendiri sebetulnya dapat tidak lebih buruk jika Sony serta Naughty Dog dapat memberi respon tenang beberapa gamer ini.

Tetapi kenyataannya kedua-duanya justru berbentuk protektif dengan menonaktifkan komentar di sejumlah sosial media. Meniadakan komen-komen negatif pada mereka, serta pernah bersihkan ulasan-review negatif dari user di sejumlah web termasuk juga Metacritic.

Yang sayangnya justru memperkeruh situasi serta membuat praduga dari beberapa gamer ini seolah dibetulkan oleh Sony serta Naughty Dog.

7. Ikut-ikutan marah saja walau sebenarnya tidak punya PS4

Pada akhirnya kita sampai ke point paling akhir, serta keliatannya dari semua fakta yang berada di atas fakta berikut yang terbanyak digunakan oleh gamer. Khususnya untuk gamer Indonesia ini.

Fakta yang dipakai untuk geram mereka peroleh dari internet berbentuk walkthrough game, potongan gameplay

Serta saat mereka telah mempunyai cukup “fakta” serta dikit demi sedikit memupuk rasa tidak suka pada gamenya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *